Internasional

Perut Wanita Ini Sangat Besar hingga Dikira Hamil 4 Anak, Ternyata Ini Penyebabnya

Lauren Draper, seorang ibu asal Amerika Serikat, menjadi sorotan karena ukuran perutnya yang sangat besar. Banyak orang mengira ia sedang hamil anak kembar, bahkan ada yang menyebutnya seperti membawa “rumah” di perutnya. Namun, kondisi tersebut ternyata disebabkan oleh sebuah gangguan langka.

Lauren mengalami kondisi yang disebut polyhydramnios, yaitu kelebihan cairan ketuban selama kehamilan. Saat itu, Lauren memang sedang mengandung anak keempatnya, tetapi hanya satu bayi. Kondisi ini membuat perutnya tampak jauh lebih besar dibandingkan kehamilan normal.

Dilansir dari NYPost, Lauren, yang saat itu berusia 22 tahun, mulai menyadari ada yang tidak biasa pada kehamilannya di minggu ke-29. Ukuran perutnya yang sangat besar membuat aktivitas sehari-hari menjadi sulit. Ia kesulitan berjalan dan bangun dari tempat tidur hingga harus dirawat di rumah sakit pada minggu ke-31.

“Orang-orang berkata, ‘OMG, apa yang ada di baliknya? Penthouse? Apartemen tiga kamar?’ Mereka melihat perutku dulu sebelum melihat aku,” ujar Lauren. Bahkan, beberapa orang di internet menduga perutnya palsu atau hasil rekayasa AI.

Ketika ketuban Lauren pecah, ia menjalani operasi caesar untuk melahirkan bayinya. Setelah melahirkan, butuh waktu 10 hari bagi perutnya untuk kembali mengecil. Namun perjalanan kehamilannya tidak mudah. Lauren harus menghabiskan tiga minggu di rumah sakit sebelum melahirkan dan mengalami komplikasi serius berupa solusio plasenta—kondisi di mana plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum waktunya.

Saat proses persalinan darurat berlangsung, Lauren kehilangan lima liter darah dan baru bisa bertemu putrinya tujuh jam setelah operasi. Bayinya, yang diberi nama Olyve, lahir dalam kondisi tidak bernapas dan membiru sehingga harus dirawat intensif di inkubator.

“Mereka mengatakan saat dia lahir, dia tidak bernapas. Dia membiru. Sungguh mengerikan mendengarnya,” ungkap Lauren.

Kini, bayi kecil Olyve masih berjuang melawan kegagalan pernapasan di rumah sakit. Meski begitu, Lauren tetap optimis bahwa Olyve akan segera pulih dan bisa pulang bersama keluarganya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *